Namaku Didi,, dan aku sedang (sangat2) puyeng...
@___@
Dearest all..
Pernahkah merasa dijejali begitu banyak materi pelajaran dalam waktu sehari dikali empat..?
Biasanya orang-orang heran kenapa bisa seorang mahasiswa Med School bertahan sebagai mahasiswa Med School. Kalau ada yang brtanya sperti itu padaku,, biasanya hanya sebatas kuluman senyum dan jawaban klasik, "Yah,, kita jalani aja sebaik-baiknya.." yang keluar. Dan memang sebatas itu jawaban yang bisa kuberi. Selama ini, memang, hari-hariku sebagai Med Student senantiasa kucoba lalui dengan "sebaik-baiknya".
Lalu kemudian tiba saatnya berkenalan dengan blok kedua di semester VI: Neuroscience and Neurological Disorders. Perkenalan ini pun akhirnya mengubah pandanganku tentang apa yang (nyaris) selalu kupercaya. Dan aku pun bertanya dalam hati, "Bagaimana caranya bisa bertahan dengan materi seperti ini...?"
T__T
"Novel biru" berjudul Neuroanatomia Medica sudah menemani 3 hari terakhirku ini. Hari demi hari adaa aja tambahan guratan warna-warni Penciltic menghiasi kata-kata dan istilah penting di buku wajib pelajaran neuroanatomia itu. Jumlah halamannya sebanyak 367, dan besok (iya besok, hari keempat blok ini) adalah hari terakhir memakai buku itu sebagai referensi tutorial, sebelum lanjut ke materi dasar lainnya: histologi dan fisiologi. Tapi sampai sekarang yang nyantol di otak cuma nama-nama ke12 pasang saraf kranial..huhuhu..
Emphasis: cuma nama-nama kedua belas saraf kranial. Masing-masing saraf mempunyai ciri-ciri tersendiri, tapi yang itu masih sangat-sangat jauh dari "di luar kepala"..
Ayo sebutkan!
CN I : olfactory nerve
CN II : optic nerve
CN III : occulomotor nerve
CN IV : trochlear nerve
CN V : trigeminal nerve
CN VI : abducens nerve
CN VII: facial nerve
CN VIII: vestibulocochlear nerve (once called accoustic nerve)
CN IX : glossopharyngeal nerve
CN X : vagal nerve
CN XI : accesory nerve
CN XII: hypoglossal nerve
Hahayy,, aku hafall !!
Sesungguhnya aku mendapat "pencerahan" berupa satu "jembatan keledai" untuk menghafalkan urutan dua belas cranial nerve ini (coz dosen udah mewanti-wanti jangan sampai ketuker nomor dan namany). Incredibly,, jembatan keledai itu kudapat di halaman 158 novel Doctors karangan Erich Segal. Sebenarnya cukup lucu dan, mungkin juga, konyol, tapi lebih baik tidak kusebutkan di blog ini. kalimatnya bisa menimbulkan kehebohan karena menyinggung satu aspek tertentu yang sebenarnya tidak diperkenankan untuk disinggung di blog, atau situs pertemanan apapun.
Jadi buat yang pengen tau, silakan mencari sendiri di novel tsb :P
Duhh,, semakin ngelantur tulisanku..
=.=a
Intinya adalah,, tiga hari belajar tentang otak manusia dan tetangga-tetangga dekatnya, dengan tempo belajar yang high-beat dan istilah-istilah berikut gambar neuroanatomi yang masih terbilang asing di mata dan telinga benar-benar membuat kepala serasa semakin berat. Satu bonggol benda seperti jelly di kepala ini bisa memiliki struktur yang mahakompleks. Dan lebih dari itu, benda bonggol seperti jelly itu tak lain dan tak bukan adalah pusat dari segala pusat tubuh manusia! Jantung berdenyut dengan irama lub-dub nya yang sangat khas, pusat pengendaliannya di otak. Nafas yang bahkan tidak kita sadari kita lakukan, pusat pengendaliannya di otak. Perasaan marah, cinta, senang, pusatnya di otak. Mekanisme yang mendasari ini semua pun tidak lagi dikenal sebagai "impuls ke reseptor --> saraf pusat --> efektor", sebagaimana yang kita pelajari di mata pelajaran Biologi waktu jaman SMA dulu.
Ini lebih kompleks. Jauh-jauh lebih kompleks.
Dan sekarang baru hari ketiga, tapi aku sudah puyeng..X__X
Well,, setidaknya satu teman sekelasku, Ugi, berkata menghibur, "Gak papa Dii,, kalau pusing artinya kita memang benar punya otak. Ini pembuktian kalau kita punya otak!"
hahahaha....
Cukup lama absen posting di blog ini membuatku merasa ada begitu banyak yang ingin kutulis.. Selama ini udah banyak banget yang berlangsung, tapi tekanan ujian blok musculoskeletal system yang berakhir tanggal 16 April lalu sukses menyedot perhatianku sepenuhnya.
Yappzz,, muskuloskeletal system ini blok yang berat. Berat materinya, berat bukunya. Menghafal nama-nama tulang dan otot, beserta tendon, ligamen, sifat histologisnya, proses fisiologisnya, tampilan patologisnya, dan tumpukan-tumpukan korelasi klinisnya cukup membuat frustasi. Tapi sekarang setelah bertemu Neuro, rasanya jadi "kangen" ama muskulo (ini pengakuan beberapa orang lhoo, bukan aku aja).
Emmm,, tapi kangennya bukan berarti pengen mengulang materi itu di akhir semester ini sie...
*Jik piiiiinnggg..
Anyways,, no pain no gain. Masih harus banyak belajar, Didii.. Selalu ingat kata kuncinya: DISCIPLINE !
Semangat2 ^^
*yawn*
Huwaa,, bed time now. Time to go to sleep. Besok mesti bangun pagi-pagi,, mau nge-date lagi sama novel biru tersayang..
Astungkara..
^_^
.jpg)
